Hyaluronic Acid vs Sodium Hyaluronate: Apa Bedanya?

Anda mungkin sudah familiar dengan Hyaluronic Acid (HA) — bahan yang tertulis hampir di setiap produk skincare modern. Namun, dalam formula DVN Collagen, yang digunakan adalah Sodium Hyaluronate — dan ini bukan pilihan yang sembarangan.

Sodium Hyaluronate adalah garam sodium dari Hyaluronic Acid. Secara kimia, perbedaannya terletak pada berat molekul:

  • Hyaluronic Acid: berat molekul lebih besar, lebih sulit menembus lapisan kulit
  • Sodium Hyaluronate: berat molekul lebih kecil, penetrasi lebih dalam ke lapisan kulit

Untuk penggunaan oral (diminum), Sodium Hyaluronate juga lebih stabil dan memiliki bioavailabilitas yang lebih baik.

Fungsi Hyaluronic Acid dalam Tubuh

Hyaluronic Acid secara alami ditemukan di berbagai jaringan tubuh, namun paling terkonsentrasi di:

  • Kulit — sekitar 50% dari total HA tubuh berada di kulit
  • Mata — vitreous humor (cairan di dalam bola mata) mengandung HA tinggi
  • Sendi — cairan sinovial yang melumasi sendi mengandung HA
  • Jaringan ikat lainnya

Kemampuan Luar Biasa: Menahan 1.000x Beratnya

Fakta yang sering dikutip tentang Hyaluronic Acid adalah kemampuannya untuk menahan air hingga 1.000 kali beratnya sendiri. Ini bukan hiperbola — ini adalah kemampuan biokimia nyata yang membuat HA menjadi salah satu “humektan” (zat penarik air) paling powerful yang dikenal.

Bayangkan seperti spons mikroskopis yang terus-menerus menarik dan menahan air di jaringan kulit — itulah cara kerja HA.

Mengapa Kadar HA Berkurang Seiring Usia?

Seperti kolagen, produksi Hyaluronic Acid juga menurun seiring usia:

  • Bayi: memiliki kadar HA tertinggi → kulit sangat lembut dan kenyal
  • Usia 40 tahun: kadar HA di kulit berkurang hingga 50%
  • Usia 60 tahun: kadar HA berkurang hingga 75%

Penurunan inilah yang menyebabkan kulit terasa semakin kering, kehilangan volume, dan tampak lebih “kempis” seiring bertambahnya usia.

Manfaat Sodium Hyaluronate Oral (Diminum)

Ada pertanyaan yang sering muncul: “Apakah HA yang diminum benar-benar sampai ke kulit?” Jawabannya, berdasarkan beberapa studi klinis, adalah ya.

Penelitian menunjukkan bahwa Sodium Hyaluronate oral dengan berat molekul rendah dapat:

  1. Diserap melalui saluran pencernaan ke aliran darah
  2. Didistribusikan ke jaringan kulit dan sendi
  3. Meningkatkan kadar HA di kulit secara terukur setelah konsumsi rutin

Sebuah studi double-blind pada 2017 menunjukkan bahwa konsumsi oral 120mg Sodium Hyaluronate per hari selama 12 minggu secara signifikan meningkatkan kelembapan kulit dan mengurangi kedalaman kerutan dibandingkan plasebo.

Sinergi Sodium Hyaluronate dengan Kolagen dalam DVN

Kolagen dan Hyaluronic Acid adalah “pasangan sempurna” dalam matrix dermal kulit. Keduanya bekerja bersama secara sinergis:

  • Kolagen memberikan struktur, kekencangan, dan kekuatan pada kulit
  • Sodium Hyaluronate mengisi ruang di antara fiber kolagen dengan air, memberikan volume, kelembapan, dan kelembutan

Ketika keduanya berkurang bersamaan (seperti yang terjadi seiring penuaan), dampaknya sangat terlihat: kulit tampak kering, kendur, dan berkerut. Ketika keduanya disuplementasi bersamaan (seperti dalam formula DVN), efeknya saling memperkuat.

Tanda-Tanda Kulit Kekurangan Hyaluronic Acid

  • Kulit terasa kencang atau “tertarik” setelah dicuci
  • Kulit mudah bersisik
  • Garis-garis halus lebih terlihat, terutama di area sekitar mata
  • Kulit tampak “flat” atau kehilangan volume alami
  • Serum atau moisturizer “tidak bertahan” — kulit cepat kering lagi

Kesimpulan

Sodium Hyaluronate dalam DVN Collagen bukan sekadar pelengkap formula — ia adalah komponen kritis yang memastikan hasil dari suplementasi kolagen dapat terlihat secara optimal. Kulit yang lembap, kenyal, dan “berisi” adalah tanda bahwa kolagen dan HA bekerja bersama dengan baik.